Eurotrip Lagi (6): Antara Denmark dan Swedia

27 September 2013

Bus terminal Ingerslevsgade, Copenhagen, Denmark (14:35 CEST)

Jadi setelah terancam nyasar dan nyaris gak menemukan terminal bayangan bus Swebus, akhirnya saya dan Ki sekarang otw ke Swedia! Lalalala yeyeye.

Ki lagi streaming video Beyonce disamping saya dengan antengnya, sedangkan saya yang hapenya kasian amat udah butut dan casannya meledug pas di Bandara Pisa beberapa hari yang lalu cuma bisa numpang nonton di hape Ki dan nulis ini.

Eniwey, balik lagi ke tadi pagi di hostel. Saya dan Ki bangun jam 6 pagi. Setelah menunaikan solat Subuh agar perjalanannya lebih sakinah mawaddah warahmah, kita berusaha se-gak berisik mungkin beberes tas dan ngelipet seprei dan selimut. Jadi enaknya nginep di hostel backpacker tuh banyak. Ya kayak begini, kita disuruh mandiri. Mau tidur pakai seprei ya pasang sendiri seprei dan bed covernya. Nanti begitu mau check out, diberesin lagi dan dibalikin ke resepsionis. Dan juga biasanya sesama backpacker saling menghargai privacy orang. Kayak semalem, sebelum saya tidur cuma ada 5 orang di kamar yang harusnya berisi 12 orang. Tapi begitu tengah malem, saya kebangun karena ada orang bisik-bisik dan jalan jinjit, yang ternyata temen-temen sekamar kita baru dateng. Karena gak pingin kita kebangun, mereka masuk kamarnya pelan-pelan.

Karena tiket bus kita berlaku untuk 24 jam dan bus ke Gothenburg (Swedia) baru berangkat jam 14.30, jadi saya dan Ki paginya jalan-jalan ke taman yang ada di Frediksberg.

Taman Frediksberg atau bahasa Danishnya Frediksberg Have ini adalah salah satu taman terluas dan tercakep di Copenhagen. Dan katanya juga romantis karena didesain dengan sentuhan gaya Inggris. Luasnya sekitar 64 hektar. Pantes aja saya dan Ki nyasar terus disana dan sering nemuin hal yang ajaib. Kayak tiba-tiba ketemu gajah. Terus jalan lagi eh ketemu danau yang banyak bebeknya. Lurus lagi kita ngeliat istana Frediksberg. Pas belok kiri habis jembatan  muncul rumah China. Dan habis masuk ke jalanan yang kanan-kiri dipenuhin pohon gede, kita ketemu semacam temple yang ternyata namanya Apis Temple.

Frederiksberg Have

Frederiksberg Have

Gajah-gajah di Frederiksberg Have

Gajah-gajah di Frederiksberg Have

Bebeknya berenang, akupun pengen...

Bebeknya berenang, akupun pengen…

Pingin gelinding-gelinding gak sih di rerumputan?

Pingin gelinding-gelinding gak sih di rerumputan?

Frederiksberg Palace

Frederiksberg Palace

My travelmate; Si Hejo Ganteng

My travelmate; Si Hejo Ganteng

Habis puas jalan-jalan di taman, kita langsung naik bus buat balik ke terminal Ingerslevsgade karena si Swebus yang akan kita naikin katanya ada di terminal itu. Tapi setelah nyaris 30 menit nyari-nyari, si bus nongkrongnya di terminal bayangan. Elaaah, udah kayak di Jati Bening deh.

Oiya, buat kamu ni yang pingin jalan-jalan dari satu negara Scandinavia ke negara tetangga lainnya, coba cek website swebus deh. Karena selain harganya sering diskon, dia punya diskon tambahan 50% buat mahasiswa. Ahahaha bahagianya.

Okeh, lanjut lagi pas udah di Gothenburg yah.

Rumahnya Tanti, Gothenburg (23.05 CEST)

Alhamdulillah setelah 5 jam bangun – tidur – bangun – ngobrol – memandangi hamparan rumput lewat jendela bus dengan galaunya – tidur lagi, akhirnya kita sampai di Göteborg Nils Ericsonterminal. Ini baru pertama kali saya nemuin terminal bus lebih cakep dari bandara pesawat. Bahkan dari atap sampai pintu buat tempat ngantri busnya aja cakep.

Terminal Gothenburg, foto diambil dari: arch.ksu.edu

Terminal Gothenburg, foto diambil dari: arch.ksu.edu

Karena lelah kelamaan duduk di bus, saya dan Ki langsung cari tempat duduk di deket pintu terminal nomor 23. Emang rada pemalas kita. Disana kita disapa sama satu nenek, dia duduk samping-sampingan dengan temennya yang gak kalah nenek-nenek.

Nenek: are you tired?
Kita: we are hehe.
Nenek: where are you heading to?
Kita: Gothenburg.
Nenek: ah, my friend also lives there. My name is Mawar and she’s Melati *sambil nunjuk temen disampingnya*

Nama sengaja dipalsukan karena saya gak inget namanya.

Lalu si Nenek cerita, mereka berdua ini dari Filipina dan sahabatan sejak remaja. Nek Mawar akhirnya tinggal di US dan Nek Melati di Gothenburg. Walaupun terpisah lautan dan benua, kedua nenek ini selalu janjian buat trip bareng. Tahun lalu mereka trip ke US dan tahun ini mereka Eurotrip berduaan padahal umurnya kayaknya udah lebih dari 65 tahun.

…age is just a number. We’re strong enough to do this eurotrip even though I know I should take a long long rest after the trip haha. But being able to do a trip with my best friend means we live our life to the fullest.”

Wew. Duo nenek ini sungguh keren adanya.

Setelah sekitar 20 menitan menit Nek Mawar cerita, Tanti dateng bareng temennya yang ternyata namanya Icha buat jemput kita. Jadi selama di Gothenburg saya dan Ki bakal nginep di rumah Tanti. Nah Icha ini temennya Tanti dikampus.

Sebelum otw ke rumah Tanti, saya dan Ki nukerin Euro ke Swedish Krona (SEK) di terminal bus. “Can I help you?” sapa Mbak-mbak di tempat penukaran duit.

Kita: mau nukerin duit nih Mbak.
Mbak: okay. Mau berapa?

Karena saya lebih irit dari Kiki, saya cuman nukerin 35 Euro karena sebelumnya saya udah buat perencanaan keuangan:
1. Tiket 3 hari (72 jam) yang berlaku untuk bus, kereta, dan kapal harganya sekitar 18 Euro / 170 SEK.
2. Sisanya uang makan deh hahaha karena tiket bus ke bandara untuk balik lagi ke Roma udah saya beli online sebelumnya. Lagipula saya dan Ki juga udah beli spageti pas di Copenhagen buat bekal makan siang selama disini. Irit yah.

Sambil ngitung duit saya dan Ki, si Mbak yang ternyata dari Mesir nanya-nanya kita asalnya dari mana, mau kemana, dengan siapa, dan sekarang berbuat apa.
*ternyata dia fansnya Kangen Band*

Begitu kita bilang kita asalnya dari Indonesia, dia langsung histeris, “seriously you come from Indonesia? And you’re traveling to Sweden?”
Kita: ummm yes, we are.
Mbak: it’s sooo far away
Saya: no no. I study in Italy, and she studies in Germany. It’s not that far though.
Mbak: Oh okay. But why Gothenburg?
Kita: *bingung* karena cakep?
Mbak: Indonesia is way more beautiful than this cold city. Oh my gosh, now I miss the beaches, the sky, and its warm temperature.

Woooh, ternyata sih Mbak jatuh cinta sama Indonesia. Dia cerita kalau dia pernah sekali ke Bali dan dying mau balik lagi ke Indonesia buat explore pantai-pantainya. Jadilah saya dan Ki kasih nama-nama tempat wajib kunjung selain Bali. Ujung-ujungnya, si Mbak bilang, “…actually, you should pay 5 Euro for the tax. But since you’ve made my day, I won’t charge you.”

Alhamdulillah, terima kasih Indonesia!

Oke balik lagi ke Tanti. Siapakah sebenarnya wanita ini yang dengan ikhlas dan pasrahnya menerima saya dan Ki nginep di kamarnya selama berhari-hari?

Jadi saya waktu itu pernah nulis tentang Quarter Life Crisis dan Tanti cerita tentang kegalauannya di kolom komentar. Itulah awal kita kenalan. Begitu saya iseng main ke blog Tanti, ternyata dia lagi persiapan beasiswa ke Swedia. Dan pas bulan Agustus kemarin saya buka lagi blognya, eh Tanti udah Gothenburg aja. Karena gak tau malu dan cuma punya modal terbatas buat eurotrip season 2, saya langsung aja sok kenal sok deket nyapa-nyapa Tanti. Alhamdulillah Tanti baik banget, dia malah nawarin buat nginep di rumahnya.

Gak kayak mahasiswa lain yang biasanya tinggal di apartemen, Tanti tinggal di rumah bareng induk semangnya yang jarang ada di rumah. Rumahnya baguuuuus banget. Bukan rumah mewah yang besar ya, tapi tipe rumah Eropa yang gak begitu besar tapi cukup luas, dan detail tata letak perabotannya tuh oke punya.

Okeh baiklah saya tidur dulu karena besok Tanti mau ngajak kita ke…

*drum roll*
*drum roll lagi*

IKEA!

Hahahaha.

God natt! 😉

Cerita eurotrip episode sebelumnya:
Eurotrip Lagi (5): Nyasar di Copenhagen
Eurotrip Lagi (4): Domba Copenhagen
Eurotrip Lagi (3): Beramai-ramai di Jerman
Eurotrip Lagi (2): Dari Rende ke Hamburg
Eurotrip Lagi (1): Jalan-jalan Lagi dan Lagi

Advertisements

6 thoughts on “Eurotrip Lagi (6): Antara Denmark dan Swedia

  1. Wah udah 1,5 tahun yg lalu aja.. Ngga kerasa yaa.. X)

    Kangen jalan-jalan sama Nyanya & Kiki…

    Waktu ke Denmark, ak juga jadinya maen ke taman Frederiksberg sebentar, gede yaa.. ^^

    • Iya hahaha dan cerita jalan2 kita di Gothenburg gak beres2 gini hahaha. Habis ini masih ada lagi yah ceritanya 😉

    • Iya Kak sama.. tapi pengen jewer kalo bulenya bilang, “i never been to Indonesia, but i went to Bali once.” 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s